Minggu, 30 Januari 2011

Model Pembelajaran PPSI

BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan itu dapat tercapai melalui penataan pendidikan yang baik. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak yang berkompeten dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, upaya-upaya tersebut mencakup hampir disetiap komponen pendidikan seperti penyempurnaan kurikulum pendidikan, peningkatan kemampuan guru, pengadaan media belajar mengajar, penataan organisasi, dan manajemen pendidikan serta usaha-usaha lain yang berkenaan dengan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.
Akan tetapi dalam dunia pendidikan di negeri kita ini, kebanyakan guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi masih cenderung berlangsung satu arah (one way) umumnya dari guru ke siswa. Model dan Pendekatan Pembelajaran masih bersifat konvensional yang berpusat pada guru (teacher center) dengan guru sebagai sumber belajar, akibatnya pembelajaran cenderung monoton, peserta didik cepat merasa jenuh, dan prestasi belajar jauh dari yang di harapkan. Oleh karena itu, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi model, pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai.
Mengenai hal di atas sebagaimana berhubungan dengan pembelajaran, maka penulis akan membahas makalah dengan tema model pengajaran PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) yaitu suatu model pengajaran yang teroragisasi yang terdiri atas komponen yang menitik beratkan pada tujuan pengajaran. Sehingga pengajaran selalu mengacu pada tujuan pendidikan khususnya tujuan instruksional.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian PPSI
Model pengembangan PPSI biasa digunakan sebagai pola pengembangan pengajaran dalam rangka kurikulum untuk SD, SMP dan SMA, dan kurikulum untuk sekolah – sekolah kejuruan. PPSI sebagaimana pola pengembangan pengajaran lainnya yang menggunakan pendekatan sistem, yakni mengutamakan adanya tujuan yang jelas sehingga dapat dikatakan bahwa PPSI menggunakan pendekatan yang berorientasi pada tujuan.
Istilah “sistem instruksional” dalam PPSI menunjukkan pada pengertian sebagai suatu kesatuan pengajaran yang terorganisasi yang terdiri atas sejumlah komponen antara lain : materi, metode, alat, evaluasi yang kesemuanya berinteraksi satu sama lainnya untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. PPSI merupakan langkah – langkah pengembangan dan pelaksanaan pengajaran sebagai suatu sistem untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif. (Basyiruddin,2002:83-84).
Dengan diterapkannya pola pengembangan pengajaran PPSI ini disekolah – sekolah umum, maka pola pengembangan tersebut juga telah diadopsi dan dikembangkan pada madrasah – madrasah yang dikelola oleh Departemen Agama RI sebagai suatu usaha untuk meningkatkan mutu pengajaran yang sebenarnya. Pengenalan dan pengembangan pola PPSI ini dimaksudkan agar para tenaga pengajar agama dapat memahami dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang berorientasi pada tujuan sebagaimana yang dimaksud dalam pengembangan PPSI tersebut.




B. Bagan PPSI


















C. Penjelasan Bagan PPSI
1. Perumusan Tujuan
Tujuan instruksional merupakan rumusan yang jelas dan terarah tentang kemampuan atau tingkah laku yang diharapkan dapat dimiliki siswa setelah mengikuti suatu program kegiatan belajar. Kemampuan atau tingkah laku tersebu terbagi kepada dua bagian yaitu : tujuan instruksional umum disingkat dengan TIU, dan sekarang istilah tersebut menjadi Standar Kompetensi. Serta tujuan instruksional khusus disingkat dengan TIK, sekarang menjadi Kompetensi Dasar. ( Basyiruddin, 2002:85)
2. Pengembangan Alat Evaluasi
Langkah ini adalah pengembangan test yang fungsinya adalah untuk menilai sampai dimana para siswa telah menguasai kemampuan – kemampuan yang telah kita rumuskan dalam tujuan – tujuan tersebut. (Suryosubroto, 1990: 69)
3. Kegiatan Belajar
Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan langkah ketiga ini, yaitu :
a. Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Menentukan pilihan kegiatan mana yang tidak ditempuh oleh siswa dan manakah yang diperlukan dalam rangka kegiatan belajar.
Untuk menyampaikan materi yang telah kita tetapkan, perlu dipertimbangkan metode mana yang paling tepat digunakan, dengan mengingat kegiatan – kegiatan belajar yang telah dirumuskan dan tujuan yang ingin dicapai. (Basyiruddin, 2002:96)
4. Pengembangan Program Kegiatan
Setelah langkah satu sampai tiga ditetapkan, selanjutnya mengembangkan langkah berikutnya yaitu menyusun program kegiatan. Ada dua hal yang berkenaan dengan program kegiatan ini, yaitu :
a. Merumuskan materi pelajaran
Bila perlu setiap pokok materi dapat dilengkapi dengan uraian singkat dan contoh-contoh agar memudahkan penyampaian materi tersebut kepada siswa / mahasiswa.
b. Metode yang digunakan
Dalam hal ini kita perlu mengetahui terlebih dahulu sejumlah metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.`
c. Menyusun jadwal
Penyusunan jadwal ini atas dasar banyaknya materi yang ingin disampaikan dan metode – metode yang digunakan.

5. Pelaksanaan Program
Langkah selanjutnya yaitu proses pelaksanaan program
a. Mengadakan pre – test.
Test yang kita berikan kepada siswa adalah test yang telah kita susun pada langkah kedua. Fungsi test ini ialah untuk menilai sampai dimana para siswa / mahasiswa mengetahui kemampuan – kemampuan yang tercantum dalam tujuan instruksional sebelum mereka mengikuti program pengajaran yang telah kita siapkan. Disamping angka nilai, jawaban – jawaban yang betul dan yang salah perlu diberi tanda.
b. Menyampaikan materi pelajaran
Dalam hal ini kita harus berpegang pada rencana yang telah disusun pada langkah keempat dan yang perlu diperhatikan ialah bahwa pendidik sebelum menyampaikan materi pelajaran hendaklah memberikan penjelasan terlebih dahulu tujuan – tujuan instruksional yang akan dicapai agar siswa mengetahui kemampuan apa yang diharapkan dari mereka setelah selesai mengikuti pelajaran.
c. Mengadakan evaluasi (post test)
Test yang diberikan disini identik dengan pre test. Jadi beda pre test dan post test hanya dalam waktu dan fungsinya saja. Kemudian hasil pre test dan post test itu diperbandingkan. (Suryosubroto, 1990: 70 – 73)

D. Kelebihan PPSI
a. Lebih tepat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan perangkat pembelajaran bukan untuk mengembangkan sistem pempelajaran.
b. Uraiannya tampak lebih lengkap dan sistematis.

E. Kekurangan PPSI
a. Bagi pendidik memerlukan waktu, tenaga dan pikiran yang lebih karena guru harus memberikan pretest dan post test untuk setiap unit pelajaran.

F. Implementasi PPSI

SATUAN PELAJARAN
Satuan Pendidikan : MTS N 1 SEMARANG
Mata Pelajaran : FIKIH
Pokok Bahasan : Taharah
Sub Pokok Bahasan : Macam – Macam Air
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Kelas / Semester : I (satu) / I (satu)
I. Standar Kompetensi
Siswa mampu menerapkan dan membedakan macam – macam air dalam kehidupan sehari – hari.
II. Kompetensi Dasar
a. Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan macam – macam air
b. Siswa mampu menyebutkan contoh dari macam – macam air.
III. Materi
Menyebutkan dan menerangkan macam – macam air
1. Air yang suci dan menyucikan yaitu air yang boleh diminum dan sah digunakan untuk bersuci. Contoh : air hujan, air laut, air sumur, air es, dan air embun.
2. Air suci tapi tidak menyucikan yaitu zat nya suci tapi tidak sah dipakai untuk menyucikan sesuatu. contoh : air kopi, air teh,air sedikit kurang dari dua kulah, air kelapa.
3. Air yang bernajis yaitu air yang sudah berubah salah satu sifatnya oleh najis. Air ini tidak boleh untuk bersuci. Akan tetapi jika air itu banyak atau dua kullah atau lebih, hukumnya tetap suci dan mensucikan.
4. Air yang makruh yaitu air yang terjemur oleh matahari dalam bejana selain bejana emas dan perak. Air ini makruh dipakai untuk badan tetapi tidak makruh untuk pakaian, kecuali jika air yang terjemur di tanah, seperti air sawah dan air kolam dan tempat – tempat yang bukan bejana yang mungkin berkarat.
IV. Kegiatan Belajar Mengajar
1. Metode
Metode ceramah dan metode tanya jawab.
2. Pokok – pokok kegiatan
a. Guru menjelaskan tujuan instruksional
b. Guru menjelaskan materi
c. Guru memberikan pre test
V. Sumber bahan
a. Buku Panduan “Fiqh Islam” oleh Sulaiman Rasyid, penerbit Sinar Baru Algensindo.
b. Buku LKS
VI. Evaluasi
a. Prosedur test : pre test-lesan dan post test-tertulis
b. Soal - soal test
Pre test – lesan :
- Sebutkan dan jelaskan macam – macam air dan berikan contohnya!
Post test – teertulis :
- Sebutkan dan jelaskan macam – macam air dalam taharah !
- Sebutkan masing – masing contoh dari macam – macam air tersebut !
- Bagaimana hukum macam – macam air tersebut ? jelaskan!
















BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Istilah “sistem instruksional” dalam PPSI menunjukkan pada pengertian sebagai suatu kesatuan yang terorganisasi yang terdiri atas sejumlah komponen antara lain : materi, metode, alat, evaluasi yang kesemuanya berinteraksi satu sama lainnya untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. PPSI merupakan langkah – langkah pengembangan dan pelaksanaan pengajaran sebagai suatu sistem untum mencapai tujuan secara efisien dan efektif.
2. Model PPSI dapat di bagan kan yaitu langkah – kangkahnya sebagai berikut :
a. Perumusan tujuan
b. Pengembangan alat dan evaluasi
c. Merumuskan kegiatan belajar dan mengajar
d. Pengembangan program kegiatan, dan
e. Pelaksanaan
3. Kelebihan model PPSI yaitu :
a. Lebih tepat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan perangkat pembelajaran bukan untuk mengembangkan sistem pempelajaran.
b. Uraiannya tampak lebih lengkap dan sistematis.
c. Dalam pengembangannya melibatkan penilaian ahli, sehingga sebelum dilakukan uji coba di lapangan, perangkat pembelajaran telah dilakukan revisi berdasarkan penilaian, saran dan masukan para ahli.
b. Kekurangan model PPSI yaitu : Bagi pendidik memerlukan waktu, tenaga dan pikiran yang lebih karena guru harus memberikan pretest dan post test untuk setiap unit pelajaran.




DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar. 2002. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta : Bumi Akasara.

Suryosubroto. 1990. Tatalaksana Kurikulum. Jakarta : Rineka Cipta.

Usman, Basyiruddin. 2002. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta : Ciputat Press.

http://anrusmath.worpress.com/2008/08/16/pengembangan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar